Info | Yakin Mau Berbuka Dengan Yang Manis ???

by - Mei 20, 2019

berbuka dengan yang manis - dessyrinata - yulia baltschun
berbuka dengan yang manis

Hello, Dear,


Selama ini kita sering banget denger kan slogan berbukalah dengan yang manis. Nah, seiring waktu juga ternyata mulai banyak beredar info-info mengenai kesalahpahaman slogan tersebut, dan dampak-dampak negatif dari berbuka dengan makanan dan minuman manis.

Aku sendiri sebenernya sudah terlanjur terbiasa berbuka dengan teh manis panas, karena memang dari kecil sudah dibiasakan begitu sama Mama. Segaaaarrnya luar biasa. Jangan bandingkan kesegaran teh manis panas dengan es teh manis ya, jelas beda. Kalau es teh manis mungkin emang akan berasa banget sebagai pelepas dahaga. Nah, kalau teh manis panas itu, kayak boost untuk tubuh yang seharian ini kekurangan asupan cairan, jadi langsung menghangat gitu seluruh tubuhnya.

Tapi, bagus gak sih sebenernya untuk berbuka dengan teh manis kayak aku?

Apa aja, sih, dampak negatif dari berbuka dengan makanan dan minuman manis?

Apa bener ada sunnahnya untuk berbuka dengan yang manis?




berbuka dengan yang manis - es campur - dessyrinata
source : google

Dalil Mengenai Berbuka

Menururt muslim.or.id , tidak ada sunnah untuk berbuka dengan yang manis-manis kayak cendol, teh manis, sirup, dan sebagainya. Yang disarankan adalah berbuka puasa sesuai dengan urutannya, yaitu dengan ruthab (kurma basah/kurma muda), apabila tidak ada bisa dengan tamr (kurma kering), apabila tidak ada maka dengan meneguk air putih.

Dari Annas bin Malik radiallahu 'anhu, beliau berkata,

"Rasulullah SAW berbuka dengan kurma basah (ruthab), jika tidak ada ruthab maka berbuka dengan kurma kering (tamr), jika tidak ada tamr maka minum dengan satu tegukan air" (HR Ahmad, Abu Daud, sanadnya shahih)

An-Nawawi dan Ar-Rafi'i berpendapat,

"Tidak ada yang lebih utama setelah kurma selain air putih. Adapun pendapat Ar-Rauyani bahwa yang manis lebih utama dari air, maka ini adalah pendapat yang lemah." (Fathul Mu'in, Bab Shaum, Hal. 92)

Aisyah radiallahu anha berkata,

"Minuman yang paling disukai Rasulullah SAW ialah yang dingin dan manis." (HR Ahmad & At Tirmidzi, shahih)

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata,

"Kemungkinan maksudnya adalah air yang segar seperti mata air dan sumur yang manis, air ini memang segar. Bisa juga maksudnya adalah air campuran madu, kurma, dan kismis (pendapat ini lebih kuat)." (Zaadul Ma'ad 4/205)


Jadi, berdasarkan pendapat di atas, dingin dan manis yang dimaksud adalah minuman yang alami, bukan dengan pemanis gula seperti di zaman sekarang yang apabila dikonsumsi berlebihan maka akan berakibat buruk bagi kesehatan.




berbuka dengan yang manis - ruthab kurma muda - dessyrinata
kurma muda / ruthab (source : google)


Berbuka Dengan Yang Manis

Iya, aku mengakui kalau makanan dan terutama minuman manis itu terlalu menggoda untuk dikonsumsi di saat berbuka puasa. Tapi, ternyata, bukan cuma gak ada dalilnya, tapi, memang berbuka langsung dengan mengkonsumsi yang manis-manis itu kurang baik bagi kesehatan tubuh kita, Dear.

Berdasarkan rekomendasi dari British Nutrition Foundation, buka puasa yang baik harus dimulai dengan mengembalikan cairan tubuh yang hilang. Caranya dengan meminum setidaknya 2 gelas air putih (500 ml) di waktu berbuka.

Setelah itu, baru kita bisa mengkonsumsi makanan yang mengandung gula untuk memulihkan energi. Tapi, yang perlu diingat adalah gula yang dikonsumsi saat berbuka sebaiknya bukanlah gula pasir atau pun gula buatan lainnya.

Pilihan terbaiknya adalah konsumsi gula alami yang terdapat dalam buah dan sayur. Jadi, kamu bisa makan buah segar, atau pun buah yang dijus tanpa tambahan gula dan pemanis buatan lainnya.


berbuka dengan yang manis - kurma matang tamr - dessyrinata
kurma (source : google)

Efek Buruk Jika Berbuka Dengan Yang Manis

Yang perlu kamu garis bawahi di sini adalah, yang dimaksud dengan 'berbuka dengan yang manis' adalah yang menggunakan tambahan pemanis buatan ya.

Ketika kita berpuasa memang kadar gula darah kita menurun, yang menyebabkan kita merasa lemas, mengantuk, dan tidak berenergi. Nah, mengembalikan energi tersebut, kita memang membutuhkan asupan gula. Tapi, tentu yang diutamakan adalah gula alami, bukan gula tambahan.

Tapi, memang gak ada larangan loh untuk kita mengkonsumsi gula tambahan, selama tidak berlebihan. Tentu kita tahu ya, Dear, segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.

Asupan gula tambahan yang tidak murni bisa mengakibatkan lonjakan kalori dalam tubuh. Terlalu banyak kalori bisa berujung dengan kenaikan berat badan selepas Ramadhan. Padahal, kalau diterapkan dengan pola makan yang benar sejatinya puasa Ramadhan bisa membantu kita mengurangi berat badan.

Gak cuma kenaikan berat badan aja yang akan menghantui kita, tapi, juga diabetes dan penyakit-penyakit lainnya kalau kita terus konsumsi gula secara berlebihan.


berbuka dengan yang manis - kolak candil - dessyrinata
source : google

TIPS

Meski dengan semua efek negatifnya, gak membuat kita langsung sanggup untuk menolak godaan es campur, kolak, dan sirop dong, ya.

Tenang, Dear, kita masih bisa kok konsumsi itu semua tapi dengan tetap meminimalisir resikonya.

Salah satu caranya dengan konsumsi makanan manis tersebut setelah selesai makan berat, jadi, karena perut juga udah terisi, resiko kita bakal konsumsi manis berlebihan juga berkurang dong. Itulah kenapa namanya dessert alias hidangan penutup, dimakan di akhir setelah makanan utama. Bukan justru kita jadiin hidangan pembuka kayak yang selama ini kebanyakan dari kita lakuin.


Untuk tips sahur dan berbuka yang baik untuk tubuh kamu bisa cek di kanal youtubenya Yulia Baltschun, atau tonton video di bawah ini, ya, Dear.




Jadi, gimana? Masih mau berbuka dengan yang manis? Aku sih, yes~! Apa lagi kalau berbuka sama si manis, uhuyy~ Hihi. See you on my next post~



Love,

rin dessyrinata ❤


Instagram : @dessyrinata
Facebook : Zahrina Amaliani Dessyrinata
Twitter : @dessyrinataa


Ditulis di Karawang, 12 Mei 2019






Sumber :
muslim.co.id
kontan.co.id
yulia baltschun

You May Also Like

0 komentar